Korem 044/Gapo Ikuti Gerakan Penanaman Pohon Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Dan Keseimbangan Ekosistem

PalembangDanrem 044/Gapo Brigjen TNI Muhammad Thohir, S.Sos., M.M., mengikuti Gerakan Penanaman Pohon pada Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), bertempat di Jasdam II/Swj Jl. Letjen Harun Sohar Kec. Sukarami Palembang, Sabtu (30/12/2023).
Penanaman pohon merupakan kegiatan yang sangat penting untuk melestarikan lingkungan dan ekosistem. Melalui kegiatan penanaman pohon, kita dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan kita.

Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini, diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Danrem 044/Gapo turut menghadiri kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di dua lokasi yaitu Punti Kayu dan Jasdam II/Swj. Sebanyak 1.200 batang pohon jenis kayu hutan dan buah buahan ditanam pada hari menanam pohon Indonesia ini. 

Dalam sambutannya Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil menyampaikan, kegiatan menanam pohon Indonesia ini merupakan sinergitas Kementerian LHK RI dan TNI khususnya Kodam II/Swj.

“Kita sudah mendapat perintah dari Panglima TNI tentang gerakan tanam seluruh Indonesia yang akan direncanakan pada tanggal 15 Januari 2024” kata Pangdam.

“Kelestarian hutan harus kita jaga dengan baik. Kita berharap apa yang kita lakukan bisa bermanfaat untuk kehidupan dan untuk penerus bangsa terutama untuk anak - anak kita. Penanaman pohon harus kita lestarikan, untuk kelestarian lingkungan hidup terutama di daerah aliran sungai” Ujarnya.

(Chairuns)
Share:

Silaturahmi Taruna Akademi Militer di Korem 044/Gapo, Pesan Danrem “Taruna harus saling asah asih dan asuh”

Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Muhammad Thohir, S.Sos., M.M., menerima kunjungan silaturahmi Taruna Akademi Militer, bertempat di Ruang Kerja Danrem 044/Gapo Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang, Kamis (28/12/2023).
Pada kesempatan kunjungan silaturahmi tersebut, Danrem yang didampingi oleh Kasi Intel, Kasi Pers dan Kasi Ter berpesan, selalu jaga hubungan harmonis antara senior dan junior dengan mengedepankan saling asah, asih dan asuh. “Taruna senior harus tulus dalam memberikan bimbingan kepada juniornya, lakukan dengan edukatif serta rasional. Begitupun yang junior, harus loyal menjalankan setiap petunjuk, bimbingan dan arahan dari para seniornya” ucap Danrem.

“Dimanapun kita bertugas, akan selalu bertemu. Tentara itu muter – muter, ya ketemu lagi” lanjutnya, “Dalam membina junior, hindari kontak fisik. Berilah Tindakan yang bersifat mendidik seperti push up atau sit up”.

“Merupakan suatu kebanggan saat menjadi taruna. Manfaatkan waktu saat di Akademi untuk belajar dan berlatih. Tetap fokus dan kembangkan sikap moral dengan kegiatan – kegiatan positif, sampai nantinya kalian lulus dan berkarir di satuan masing – masing” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Intel Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf M. Arief Gumelar juga berpesan, “Nanti saat penempatan, jangan pilih – pilih, siap ditempatkan dimana saja. Jangan ada pelanggaran atau buat pelanggaran dan jangan masuk daerah terlarang”.

Kasi Ter Kasrem menambahkan “Manfaat waktu cuti untuk kelurga, gunakan untuk berkumpul dengan orang tua dan saudara. Jika keluar, tetap gunakan pakaian dinas walapun itu hanya 100 meter”
“Jaga kesehatan selama pendidikan. Bagi yang mau Praspa harus hati – hati sampai dengan kalian dilantik, berfikir dulu baru berbuat. Kalian semua merupakan kebanggan orang tua dan keluarga, jaga diri kalian sampai purna” kata Kolonel Arm Kusdi Yuli Suhanda.

Diakhir pertemuan tersebut, Danrem mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Taruna, “Terima atas kunjungan ini, sekali lagi saya berpesan, jangan aneh - aneh, baik - baik dirumah selama liburan gunakan waktu untuk berkumpul dengan orang tua dan keluarga, ikuti apa kata pengasuh dan Pembina” pungkas Danrem.

(Chairuns)
Share:

Dit Intelkam Polda Sumsel Bersama Organisasi PMII Kabupaten Ogan Ilir Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Narkoba

Ogan Ilir - Dit Intelkam Polda Sumsel bersama Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Narkoba, bertempat di Rumah Makan Pindang Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, Rabu ( 27/12/23).
Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Narkoba turut di hadiri Kanit II Subdit IV Polda Sumsel Kompol Handryanto, SH, Ketua PMII Ogan Ilir Muhammad Nurkholis beserta Anggota PMII Kabupaten Ogan Ilir.

Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Iskandar F Sutisna melalui Kasubdit IV AKBP Alex Rhamdan yang di sampaikan oleh Kanit II Subdit IV Polda Sumsel Kompol Handryanto, SH, mengatakan Polri Khususnya Polda Sumsel bersama- sama dengan Pimpinan serta anggota Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kabupaten Ogan Ilir siap saling bahu membahu dalam menciptakan pemilu yang aman dan damai.

Kompol Handryanto juga menghimbau masyarakat untuk menjauhi Narkoba.

"Pemuda dan Mahasiswa di Sumatera selatan adalah harapan bangsa, maka jangan sampai kita masyarakat Provinsi Sumsel terjerumus dalam lingkaran Narkoba karena dapat menghancurkan masa depan kita maupun bangsa,"ujarnya.

"Harapan PMII kabupaten Ogan Ilir kedepan dapat bebas dari Narkoba serta Pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai,"pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ogan Ilir Muhammad Nurkholis.menyampaikan bahwa Pemuda dan Mahasiswa di Sumatera selatan adalah harapan bangsa,"maka jangan sampai kita masyarakat Provinsi Sumsel terjerumus dalam lingkaran Narkoba,"ujarnya.

karena Narkoba dapat menghancurkan masa depan kita maupun bangsa.
Harapan PMII kabupaten Ogan Ilir kedepan dapat bebas dari Narkoba serta Pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai.

"Kedepan pihaknya akan menjalin silaturahmi dan berkoordinasi terkait dengan segala macam bentuk permasalahan yang dapat muncul menjelang pelaksanaan Pemilu khsusnya permasalahan narkoba di wilayah Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan," tutupnya.

(Cha)
Share:

MY Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Bupati Ogan Ilir Waktu Itu Di Laporkan Lentera Hijau Sriwijaya Ke KPK RI

Palembang - Lentera Hijau Sriwijaya menggelar Aksi Damai di Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Jl. Kuningan Persada, Kav.4 Jakarta. Aksi damai dilakukan terkait Proyek pembangunan jalan Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) pada APBD Ogan Ilir 2007-2010 jaman MY menjabat Bupati Ogan Ilir, atau proyek tahun jamak yang sangat merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini di terbitkan, Rabu (27/12/23), Febri Julian selaku Koordinator Aksi (Korak) didampingi Karan Malvinas Koordinator Lapangan (Korlap) kepada awak media menyampaikan, 

Potensi kerugian negara hingga mencapai Rp.100 Milyar telah menjadi sorotan. Maka dari itu Lentera Hijau Sriwijaya telah menelaah kasus ini dan melaporkannya, karena sedemikian besar potensi kerugian negara.

Perda tahun jamak yang disetujui oleh DPRD Ogan Ilir, pada RAPBD Ogan Ilir tahun 2006 menjadi rancu ketika pembayaran akhir pekerjaan proyek lebih besar dari aturan Perda tahun jamak sebesar kurang lebih Rp.103 milyar dari yang seharusnya.

Lanjut kata Febri menuturkan, dasar pembayaran akhir yang tercantum di dalam SPM pembayaran 90% berbeda dengan Perda tahun jamak. Ketua DPRD Ogan Ilir, yang kala itu menolak pengajuan hak angket untuk mempertanyakan kelebihan bayar yang tidak di anggarkan pada APBD 2010.

Dikatakan Febri Julian, adanya item APBD siluman untuk membayar pekerjaan tahun jamak karena tidak ada dasar hukumnya. Didalam PP 58 tahun 2005 di jelaskan bahwa mata anggaran dalam APBD harus di bahas pada tahun sebelumnya berbentuk RAPBD dan disetujui oleh DPRD sebelum berakhirnya tahun anggaran.

Aneh bin ajaib, pembayaran proyek pembanguan jalan, tahun jamak Ogan Ilir diduga yang tidak di bahas itu sebesar kurang lebih Rp. 190 milyar, tetapi di bahas sebesar aturan perda kurang lebih Rp.86 milyar.

"Kami menduga korupsi ini jalan ditempat sejak tahun 2011, karena berbagai alasan yang tidak jelas dan seakan para terduga pelaku sangat kebal hukum", ujarnya.

Padahal sudah sangat jelas, disitu telah terjadi pelanggaran wewenang, yaitu perintah membayar atas persetujuan Kepala Daerah dan di ketahui DPRD Ogan Ilir pada saat LKPJ Bupati tahun 2011. Kelebihan bayar tanpa pernah di proses dalam RAPBD tahun 2009 merupakan temuan awal indikasi tindak pidana korupsi, namun anehnya tidak pernah ada pihak aparat hukum yang mengajukan audit investigasi ke BPK RI maupun BPKP atau auditor independent.

"Kami juga menjelaskan kepada perwakilan KPK RI, bahwa sebelumnya ada beberapa teman-teman dari lintas organisasi di Sumsel melakukan aksi unjuk rasa dengan tema yang sama", kata Febri.
"Kami berharap, dengan hadirnya Lentera Hijau Sriwijaya ini dapat mendorong dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) yang terjadi di Sumsel agar cepat segera di tindaklanjuti oleh pihak KPK RI khususnya bidang Deputi penindakan dan eksekusi KPK RI", pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan dari KPK RI, Mukri menanggapi, "laporan kami terima dan selanjutnya akan disampaikan ke Pimpinan untuk segera di tindaklanjuti", jelas Mukri.

(Cha)
Share:

Abdullah Taufik Caleg DPRD Provinsi Sumsel Dapil I Dari Partai Gerindra Berikan Bantuan Beasiswa Kepada Anak Ojol Berprestasi

Palembang - Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi wilayah IB.I, IB.II, Gandus, Bukit Kecil, Kertapati, Jakabaring, SU.I, SU.II dan Plaju dari Partai Gerindra, Abdullah Taufik, SE., MM berikan bantuan beasiswa kepada 5 (Lima) orang anak berprestasi yang merupakan putra-putri dari driver Ojek Online (Ojol) Kota Palembang.
Kepada awak media, di Cafe Pulau, Jl. Sukarno-Hatta, Selasa (26/12/23), Abdullah Taufik menyampaikan, kegiatan ini merupakan pilot projek sebagai bentuk kepedulian wakil rakyat DPRD kota Palembang kepada anak-anak yang berprestasi, yaitu anak dari para driver Ojek Online (Ojol) yang ada di Kota Palembang.

Karena apa, kata Abdullah Taufik, dengan memberikan motivasi berarti dirinya peduli terhadap masa depan kader-kader yang akan menjadi ujung tombak bagi masyarakat Kota Palembang kedepannya.

Anak-anak yang berprestasi adalah calon orang-orang yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

"Nanti bukan hanya 5 (Lima) orang anak berprestasi yang akan terima beasiswa, melainkan 1000 (Seribu) anak driver Ojol yang akan kita bantu", ujar Abdullah Taufik.

Lanjutnya, Abdullah Taufik menjelaskan, dengan beasiswa, tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak berprestasi, dirinya akan mendorong anak-anak berprestasi tersebut untuk meneruskan pendidikan yang lebih baik lagi sampai ke perguruan tinggi.

Disisi lain, selain memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi, Abdullah Taufik yang merupakan Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang juga memiliki beberapa program diantaranya, memberikan kemudahan bagi para Ojol yang berminat ingin memiliki rumah di perumahan, dengan cara kredit Down Payment (DP. 0%).
"Kalau perumahan itu bukan hanya untuk driver Ojol saja ya, akan tetapi kami juga sudah menyiapkan perumahan bagi para wartawan yang berminat, dengan DP murah", jelasnya.

Ditempat yang sama, Yulius ferli seorang driver Ojol, orang tua dari Muhammad Fadil dan Fahira Azzahra menambahkan, dirinya merasa bangga atas prestasi putra putrinya.

"Dengan adanya kegiatan seperti yang dilakukan oleh Bapak Abdullah Taufik sekarang ini, kami merasa sangat terbantu sekali", ujarnya.

"Kami berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi bagi para anggota dewan ataupun Caleg-Caleg yang lainnya", terang Yulius ferli tutup pembicaraan.

Anak berprestasi yang mendapatkan beasiswa diantaranya,

- Fahira Azzahra
    Kelas I SDN 
    Peringkat/rangking I.

- Arkan Apatar Yasin
    Kelas I SDN 
    Peringkat/rangking III.

- Muhammad Fadil
    Kelas IV SDN 
    Peringkat/rangking II.

- Chelsea Damayanti 
    Kelas V SDN 
    Peringkat/rangking I.

- Lesya Nandila
    Kelas III SMPN 
    Peringkat/rangking I.

(Cha)
Share:

Cek Stabilitas dan Ketersediaan Sembako, Pangdam II/Swj dan PJ Gubernur Sumsel Sidak Pasar

Palembang - Tidak hanya kunjungan kerja di wilayah satuan jajaran Korem 044/Gapo, Panglima Kodam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil bersama Pj. Gubernur Sumsel Agus Fatoni melaksanakan sidak dan operasi pasar dalam rangka pengecekan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Hal tersebut disampaikan Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Arh Saptarendra P, dalam rilisnya, Palembang, Sumsel, Minggu (24/12/2023).

Kapendam mengungkapkan, sidak pasar ini juga dilaksanakan untuk melihat situasi harga kebutuhan bahan pokok dan memastikan stoknya cukup, kemudian harganya juga terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2024.

"Sidak dan operasi pasar, juga diampingi Dandim 0406/Lubuk Linggau (Letkol Inf Kunto Aji Setiawan) dan Pj Walikota Lubuklinggau, Trisko Defriansya," ujar Sapta.

Dari hasil sidak tersebut, kata dia lebih lanjut, semua harga kebutuhan pokok terutama cabai merah, bawang merah, bawang putih sudah turun dan tidak terjadi lonjakan harga.

"Sidak dan operasi pasar dilakukan di pasar Satelit, Kota Lubuk Linggau, Sumsel dan sampai pagi ini harga daging, telur juga cukup stabil", ujarnya.

Sebelumnya, lanjut dia, sekitar pukul 07.30 WIB, Pangdam II/Swj Bersama Pj. Gubernur Agus Fatoni beserta unsur Forkopimda melaksanakan olahraga bersama Jalan Santai.

"Setelah itu, dilanjutkan penanaman pohon secara simbolis di tempat Wisata Bukit Sulap, Kota Lubuk Linggau", ujar Lulusan Akmil 1996 ini.

Sapta sampaikan, kegiatan Pangdam II/Swj di Lubuk Linggau merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja di wilayah Korem 044/Gapo.

"Penanaman pohon ini merupakan program Bapak Kasad (Jenderal TNI Maruli Simanjuntak), sebagai bagian komitmen TNI AD dalam mendukung Pemerintah pusat maupun daerah," pungkas Kapendam.
Share:

FPRMI Beri Piagam Untuk 5 Wartawan Eksis di Tangerang Selatan

Serpong  - Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) memberikan penghargaan kepada lima wartawan di Tangerang Selatan yang dinilai aktif dalam pemberitaan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) pada Jumat (22/12/2023).

Piagam penghargaan tersebut diberikan kepada:
- Hambali dari Media OkeZone.com
- Radi Iswan dari Bidiktangsel.com
- Suhendra Jaya dari TerasBanten.com
- TB. Ardiansyah Maulana dari TangselOke.com
- Sugeng Prayogo dari Video Creatif BisnisMetro.id

Ketua Pelaksana Diskusi Publik FPRMI, Junaidi Rusli, mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para wartawan dalam menulis pemberitaan terbanyak di Tangerang Selatan.

"Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para wartawan dalam pembuatan berita terbanyak," kata Junaidi yang juga Pimpinan Redaksi Katamedia.co.id ini.

Junaidi berharap, peran media sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi.

Oleh karena itu, FPRMI berharap para wartawan dapat terus aktif dalam pemberitaan apalagi terkait korupsi.

"Kami berharap para wartawan dapat terus aktif dalam pemberitaan terkait korupsi, sehingga dapat membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Junaidi.

Kelima wartawan yang menerima penghargaan tersebut mengaku senang dan bangga atas apresiasi yang diberikan oleh FPRMI. 

Mereka berkomitmen untuk terus aktif dalam pemberitaan terkait korupsi.

"Kami senang dan bangga atas apresiasi yang diberikan oleh FPRMI. Kami akan terus aktif dalam pemberitaan terkait korupsi," kata salah satu penerima penghargaan, Hambali. (Cha/Rilis)
Share:

FPRMI Gelar Diskusi Anti Korupsi di Tangerang Raya

Serpong - Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HARKORDIA), Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) menggelar diskusi dengan tema “Menakar Kebijakan dan Pengawasan Anggaran Pemda se-Tangerang Raya”.

Diskusi ini digelar di Resto Kampung Anggrek Serpong, Jumat (22/12/2023) sore.

Diskusi yang digelar FPRMI tersebut menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing, seperti Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Denny Charter Direktur Lembaga Survey Index Politica, Adib Mifthaul Direktur Kajian Politik Nasional (KPN), Riyan Hidayat Sekjen Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Haris Maraden Ketua Umum GERAK, serta Ronald Sinyal Mantan Penyidik KPK.

Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Asda 3 Mukhodas Sahada yang mewakili Walikota Tangsel, Aldy Panit Krimsus Polres Tangsel, perwakilan Pemda se-Tangerang Raya, serta beberapa perwakilan aktivis dan mahasiswa se-Tangerang Raya.

Junaidi Rusli selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa, diskusi ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi di Tangerang Raya.

“Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi di Tangerang Raya,” kata pria yang juga sebagai Waketum FRPMI ini.

Pihaknya pun juga ingin mendorong kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan anggaran Pemda di Tangerang Raya.

“Kami juga ingin mendorong perbaikan terhadap kebijakan lembaga pengawas, pemeriksa, dan aparat penegak hukum dalam memantau anggaran Pemda se-Tangerang Raya.” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber pun menekankan pentingnya para aktivis dan masyarakat berperan aktif dalam pengawasan pembangunan di Tangerang Raya. 

Bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, akan tetapi juga pembangunan non fisik lainnya.

Sehingga penggunaan dan penerapan APBD di Tangerang Raya terserap serta merata di semua wilayah dengan sebaik mungkin.

Diakhir diskusi, panitia penyelenggara pun memberikan penghargaan kepada Dinas OPD se-Tangerang Raya dan Wartawan Eksis di Tangsel.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyampaikan berbagai pandangannya terkait kebijakan dan pengawasan anggaran Pemda se-Tangerang Raya.

Sugeng Teguh Santoso dari IPW mengatakan bahwa, anggaran Pemda se-Tangerang Raya masih rentan terhadap korupsi. 

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lemahnya pengawasan, kurangnya transparansi, serta masih banyaknya praktik korupsi yang belum terungkap.

“Anggaran Pemda se-Tangerang Raya masih rentan terhadap korupsi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan terhadap sistem pengawasan dan transparansi anggaran,” kata Sugeng.

Denny Charter dari Index Politica mengatakan bahwa, perlu ada sinergi yang kuat antara lembaga pengawas, pemeriksa, dan aparat penegak hukum dalam mengawasi anggaran Pemda se-Tangerang Raya. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya korupsi.

“Perlu ada sinergi yang kuat antara lembaga pengawas, pemeriksa, dan aparat penegak hukum dalam mengawasi anggaran Pemda se-Tangerang Raya,” kata Denny.

Adib Mifthaul dari KPN mengatakan bahwa, masyarakat perlu berperan aktif dalam pengawasan pembangunan di Tangerang Raya. Masyarakat dapat berperan sebagai pengawas sosial untuk mencegah terjadinya korupsi.

“Masyarakat perlu berperan aktif dalam pengawasan pembangunan di Tangerang Raya. Masyarakat dapat berperan sebagai pengawas sosial untuk mencegah terjadinya korupsi,” kata Adib.

Riyan Hidayat dari PGK mengatakan bahwa, perlu ada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Tangerang Raya. Hal ini penting untuk mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel.

“Perlu ada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Tangerang Raya. Hal ini penting untuk mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel,” kata Riyan.

Haris Maraden dari GERAK mengatakan bahwa, perlu ada komitmen dari semua pihak untuk memberantas korupsi di Tangerang Raya. Komitmen ini penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

“Perlu ada komitmen dari semua pihak untuk memberantas korupsi di Tangerang Raya. Komitmen ini penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” kata Haris.

Ronald Sinyal dari KPK mengatakan bahwa, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merugikan negara dan masyarakat.

Oleh karena itu, pemberantasan korupsi harus menjadi perhatian utama semua pihak.

“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi harus menjadi perhatian utama semua pihak,” kata Ronald.

Diskusi yang digelar FPRMI tersebut telah memberikan gambaran tentang pentingnya pemberantasan korupsi di Tangerang Raya.

Para narasumber menekankan pentingnya peran aktif dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga pengawas, untuk mencegah terjadinya korupsi. (Cha/Rilis)
Share:

Berita Populer